Winter Blues: Saat Musim Dingin Malah Memengaruhi Mood-mu

Saat ini, musim dingin sedang berlangsung di beberapa negara, seperti Amerika, Italia, Jepang dan Jerman. Tahukah Fellas bahwa cuaca sangat mungkin menyebabkan perubahan suasana hati? Kondisi ketika seseorang merasa lelah, murung, atau tertekan selama musim dingin disebut sebagai Winter Blues. Menurut Dr. Matthew Rudorfer, pakar kesehatan mental di National Institute of Health, kondisi ini cukup umum dan biasanya sembuh sendiri dalam waktu yang cukup singkat. Winter Blues bukan karena kita lebih malas di musim dingin, atau hanya terjadi pada orang yang “lemah”. Winter Blues adalah hasil dari perubahan biokimia yang rumit di otak sehingga menyebabkan perubahan dalam pikiran, emosi, dan perilaku kita. 

Jika Winter Blues adalah kondisi umum, maka berbeda dengan SAD (Seasonal Affective Disorder) atau gangguan depresif yang terjadi secara musiman. SAD adalah diagnosis klinis yang mengganggu fungsi sehari-hari selama periode waktu yang signifikan. SAD memiliki pola: muncul setiap tahun ketika musim dingin dan hilang beberapa bulan kemudian, biasanya selama musim panas. Seperti halnya bentuk depresi lain, SAD dapat membuat orang merasa putus asa, tidak berharga, dan mudah tersinggung. Gejala lainnya adalah peningkatan nafsu makan, berat badan bertambah, durasi tidur meningkat, serta kelelahan di siang hari.

Sebenarnya ada apa dengan hari-hari kelam yang bisa membuat kita sedih? Ternyata jawabannya terkait dengan sinar matahari dan perubahan kimia dalam otak, Fellas! Manusia membutuhkan sinar matahari, dan paparan sinar yang diterima ini akan mendorong proses kimiawi yang terjadi di otak. Proses tersebut menghasilkan hormon serotonin. Serotonin dapat membuat manusia merasa lebih baik, gembira, dan bersemangat. Sementara ketika musim dingin berlangsung, paparan sinar matahari yang didapat akan otomatis berkurang. Karenanya serotonin membutuhkan waktu lebih lama untuk aktif dan akan memiliki efek yang lebih pendek. 

Pusat konseling beberapa universitas di Amerika Serikat telah banyak menerima permintaan bantuan terkait gangguan mood selama musim dingin. Lalu apa solusinya? Salah satu yang dapat dilakukan adalah mencoba terapi cahaya. Contohnya Universitas Iowa yang memberikan akses mudah bagi mahasiswanya untuk mendapatkan terapi cahaya. Desember 2019 ini adalah tahun kedua bagi universitas tersebut untuk mengadakan program peminjaman kotak lampu gratis bagi mahasiswa. Kotak lampu memberikan cahaya intens sebagai pengganti sinar matahari, yang nantinya akan menangkal efek kekurangan cahaya. Mahasiswa yang rutin menerima terapi melaporkan perbedaan besar dalam suasana hati dan etos kerja mereka. 

Selain terapi cahaya, ada 5 hal lain yang bisa Fellas coba untuk menghadapi Winter Blues: 

  • Meditasi
  • Merencanakan perjalanan ke tempat hangat
  • Berjalan kaki dengan tenang dan dalam jarak jauh  
  • Menjaga pola makan seimbang
  • Mempertahankan sikap positif

 

Ditulis oleh: Qurrota Aini

 

Sumber:

Azab, M. (2019, November 17). Winter Brain: Why Do We Feel Sad and Tired in Winter? Retrieved from: https://www.psychologytoday.com/us/blog/neuroscience-in-everyday-life/201911/winter-brain-why-do-we-feel-sad-and-tired-in-winter

Chan, R. (2018, March 13). The Surprising Power of Light Therapy for College Students With SAD. Retrieved from: https://www.thedailybeast.com/the-surprising-power-of-light-therapy-for-college-students-with-sad

Hofferber, N. (2019, December 11). HappyLights stave off winter blues as temperatures drop. Retrieved from: https://dailyiowan.com/2019/12/11/happylights-stave-off-winter-blues-as-temperatures-drop/

Luiz, C. (2018, October 18). Coping with Seasonal Affective Disorder. Retrieved from https://psychcentral.com/lib/coping-with-seasonal-affective-disorder/

National Institutes of Health. (2013, January). Beat the Winter Blues: Shedding Light on Seasonal Sadness. Retrieved from: https://newsinhealth.nih.gov/2013/01/beat-winter-blues

 

Write a comment