A to Z Well-Being: Menilai Hidup Secara Postif

Alpas Fellas, dalam menggunakan media sosial kita tentu sering menjumpai istilah baru yang terkadang masih belum kita pahami misalnya, well-being. Nah, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia 2022, Alpas mau berbagi informasi terkait well-being mulai dari akar sampai ke intinya, nih!

Apa sih, definisi well-being?

Well-being atau yang dalam bahasa Indonesia memiliki arti kesejahteraan secara umum dimaknai sebagai kondisi seseorang yang sejahtera dalam kehidupannya. Lebih lanjut, well-being adalah kondisi individu yang menilai hidup secara positif dan merasakan adanya emosi positif dalam menjalaninya. Memiliki kesehatan mental yang baik, tingkat kepuasan hidup yang tinggi, dan kemampuan mengelola stres dengan baik termasuk kondisi seseorang yang memiliki well-being.

Apa saja jenis well-being?

Konsep well-being memang sepertinya mudah dipahami ya, Fellas. Tetapi karena cakupannya cukup luas, Alpas akan membahas beberapa tipe utama well-being.

Emotional Well-Being

Kemampuan mengelola stres dan melakukan relaksasi dengan baik, meningkatkan self-love, serta menghasilkan emosi yang mengarah pada perasaan positif.

Physical Well-Being

Kemampuan untuk meningkatkan fungsi tubuh melalui gaya hidup yang sehat dan kebiasaan melakukan olahraga.

Social Well-Being

Kemampuan melakukan komunikasi, mengembangkan hubungan yang baik dengan orang lain, dan menjaga hubungan dengan mereka yang membantu mengatasi perasaan kesepian.

Workplace Well-Being

Kemampuan untuk mencapai minat, nilai, dan tujuan hidup untuk mencapai kebahagiaan dan tujuan secara profesional.

Societal Well-Being

Kemampuan berpartisipasi secara aktif dalam komunitas, kebudayaan, dan lingkungan sekitar.

Kenapa well-being penting?

Selain dampak positif, well-being membantu lebih kuat saat dihadapkan pada pemicu stres, mampu memiliki hubungan lebih sehat, juga meningkatkan produktivitas. Sederhananya, well-being membantu seseorang untuk bisa berfungsi dengan baik dalam melakukan kegiatan yang mencakup aspek emosi, psikologis, dan sosial. Namun, bukan hal yang mudah untuk mencapai well-being karena terdapat beberapa faktor risiko yang dapat memengaruhi kesehatan mental yang buruk. Beberapa faktor risiko yang dapat memengaruhi misalnya, kekerasan di masa kanak-kanak, lingkungan, kondisi biologis, dan gaya hidup. Meskipun sulit, bukan tidak mungkin melakukan kegiatan yang dapat membantu meningkatkan well-being.

Apa yang memengaruhi well-being seseorang?

Setiap aspek dalam kehidupan ternyata dapat memengaruhi kondisi well-being, lho. Beberapa diantaranya adalah hubungan yang baik dengan pasangan, karir yang meyakinkan, tidur yang cukup, juga kepercayaan spiritual. Nah, untuk bisa mencapai well-being kegiatan yang dapat dilakukan adalah menjaga hubungan baik dengan keluarga dan teman, melakukan olahraga rutin, atau melakukan aktivitas yang menyenangkan. Selain beberapa kegiatan tersebut, melakukan konsultasi dengan tenaga profesional seperti psikolog juga dapat membantu untuk mencapai well-being, lho.

Nah, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia 2022, yuk bersama-sama kita berusaha mencapai kesejahteraan dalam hidup!

 

Ditulis oleh: Grace Erdani

Diedit oleh: Fathin Nibras

Sumber: 

Davis, T. (2019, Januari 2). What is Well-Being? Definitions, Types, and Well-Being Skills. Retrieved from: https://www.psychologytoday.com/intl/blog/click-here-happiness/201901/what-is-well-being-definition-types-and-well-being-skills

Plumpre, E. (2021, November 15). Why is Mental Health is Important? Retrieved from: https://www.verywellmind.com/the-importance-of-mental-health-for-wellbeing-5207938

nn. (2020, Mei 27). Well-being. Retrieved from: https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/wellbeing

Write a comment