Sukses itu Karena Pola Pikir atau Intelegensi?

Kesuksesan yang diraih oleh orang-orang hebat tak semata-mata karena masalah kecerdasan atau intelegensi. Ada faktor lain yang juga turut berperan, yaitu mindset (pola pikir).

 

Alpas Fellas pasti sudah mendengar berita tentang Maudy Ayunda yang galau karena diterima oleh dua universitas bergengsi di dunia, kan? Sebelumnya pada tahun 2017 Maudy Ayunda membuat sebuah gerakan sosial bernama “Kejar Mimpi” yang bertujuan untuk mengembangkan pola pikir yang dimiliki dan lebih mengenal diri sendiri. Hal ini tak lepas dari pola pikir yang didapatkan dari pengalamannya. Dalam esainya yang dipublikasikan di Indonesia Mengglobal, Maudy Ayunda menceritakan betapa pola pikir dapat membantunya menjalani hidup serta memberikan pandangan yang lebih luas terhadap dunia.

Dweck (2006) menjelaskan bahwa mindset atau pola pikir adalah kepercayaan seseorang terhadap kecerdasan atau bakat yang diturunkan secara genetik. Orang dengan fixed mindset atau pola pikir tertutup percaya bahwa kualitas diri adalah turunan dan tak dapat berubah. Lain halnya dengan orang dengan pola pikir berkembang atau growth mindset yang meyakini bahwa kemampuan dan kualitas seseorang dapat berkembang melalui komitmen dan kerja keras. Zepeda (2016) juga sependapat dengan hal tersebut dan mengemukakan bahwa orang dengan growth mindset percaya bahwa mereka dapat mengembangkan kecerdasan mereka.

Pola pikir memainkan peran penting dalam menjalani kehidupan dan menghadapi tantangan hidup. Pola pikir yang berkembang berpotensi mendapatkan pencapaian yang besar dan ketahanan yang besar saat menghadapi suatu permasalahan. Pola pikir juga membantu seseorang untuk lebih memahami dirinya sendiri dan menyeimbangkan kekurangan yang dimilikinya dengan menggali lebih dalam potensi yang ada dalam dirinya. Mereka tidak percaya dengan usaha dan belajar yang cukup, tetapi mereka berupaya mempelajari dan memperdalam pemahaman dan talentanya dengan bekerja keras dan menyelesaikan masalah yang dihadapi untuk memenuhi potensinya.

Dengan pola pikir yang terbuka, seseorang akan lebih mengenal diri sendiri, menerima kekurangan yang dimiliki, menghargai keputusan dan konsekuensi dari tindakan tersebut. Mereka menjadikan masalah dan kegagalan sebagai teman mereka untuk mencapai hasil yang lebih baik dan fokus terhadap tujuan yang akan dicapai.

 

So, Alpas Fellas, are you ready to change your mindset and achieve your dreams?

 

Ditulis oleh: Nurul Izzatur R

 

Sumber:

Cherry. K. (2018). What mindset is and why it matters, diakses dari https://www.verywellmind.com/what-is-a-mindset-2795025 pada 7 Maret 2019.

Maudya, A. F. (2017). Bringing home a sense of self-ownership and a humbling mindset, diakses dari http://indonesiamengglobal.com/2017/03/bringing-home-a-sense-of-self-ownership-and-a-humbling-mindset-2/ pada 7 Maret 2019.

Manggala, T. (2017). Maudy ayunda ajak anak indonesia raih mimpi lewat #kejarmimpi, diakses dari https://lifestyle.sindonews.com/read/1244443/166/maudy-ayunda-ajak-indonesia-raih-mimpi-lewat-kejarmimpi-1506843594 pada 7 Maret 2019.

Friesen, C. (2016). 5 learnable mindsets of highly successful people, diakses dari https://www.success.com/5-learnable-mindsets-of-highly-successful-people/ pada 7 Maret 2019.

American Psychologcal Association. (2016). Effects of metacognitive instruction on learning and motivation, diakses dari https://www.apa.org/pubs/highlights/podcasts/episode-05 pada 7 Maret 2019.

American Psychological Association. (2015). Thinking and learning top 20 principles, diakses dari https://www.apa.org/ed/schools/teaching-learning/principles/thinking-learning?tab=1 pada 7 Maret 2019.

Dweck, C. S. (2006). Mindset: the new psychology of success. New York: Random House.

 

Write a comment