Salah Kaprah Tentang Depresi yang Harus Kamu Pahami

Alpas Fellas, depresi merupakan salah satu isu yang menjadi fokus para pemerhati kesehatan mental di Indonesia, lho. Sayangnya, masih banyak kesalahpahaman mengenai depresi yang ada di masyarakat sehingga membuat para penyintas tidak nyaman dengan stigma yang ada di sekitarnya. Nah, apa saja sih fakta dan mitos seputar depresi?

 

1. Depresi terjadi karena rendahnya kadar religiusitas dalam diri.

Bagi beberapa orang, penyebab depresi disebabkan karena alasan-alasan yang terlihat bisa dilalui oleh orang lain, misalnya tidak kunjung mendapat pekerjaan atau kehilangan orang tersayang. Sebenarnya depresi terjadi karena banyak faktor, salah satunya adalah faktor lingkungan sampai faktor biologis.

 

2. Depresi = Sedih?

Depresi itu lebih dari sekadar sedih, Fellas. Sedih adalah reaksi alami yang dialami oleh seluruh individu ketika merasa sakit. Sedangkan depresi adalah reaksi yang terjadi karena adanya ketidakseimbangan reaksi kimia dalam otak. Jadi sudah pasti mereka yang sedang mengalami depresi bukan mereka yang pura-pura sedih karena mencari perhatian, ya.

 

3. Membahas depresi malah akan memperparah keadaan psikologis seseorang.

Membicarakan kesehatan mental dan gangguan psikologis lainnya harusnya bukanlah hal yang tabu. Memendam sendiri keadaan psikologis malah membuat runyam keadaan. Carilah seseorang yang bisa mendengarkan keluhan tanpa menghakimu. Akan lebih baik lagi jika kamu pergi ke tenaga pofesional untuk mendapat penanganan yang tepat.

 

4. Tidak dialami oleh anak-anak

Tidak sedikit yang mengira bahwa anak-anak tidak mungkin terkena depresi. Ini adalah mitos yang salah. Sama seperti orang dewasa, anak-anak bisa terkena depresi dengan pengalaman yang terjadi di usia mereka, salah satunya adalah menjadi korban bullying.

 

5. Depresi bisa disembuhkan

Depresi tentunya bisa disembuhkan. Asalkan mendapat treatment yang tepat dan tidak malu untuk mencari bantuan profesional. Banyak treatment yang bisa dilakukan mulai dari psikoterapi sampai farmakoterapi, tergantung kebutuhan dari tingkat depresi. Alih-alih menyembunyikan depresi, hal itu bisa menjadi lebih parah dan bisa menyebabkan kematian.

Nah, setelah tahu hal-hal yang benar seputar depresi, semoga akan lebih banyak yang bisa lebih memahami mereka yang sedang berjuang melawan depresi, ya.

 

Sumber:

Schimelpfening, N. (2018). 7 facts you shoud know about depression. Retrieved from https://www.verywellmind.com/depression-facts-you-should-know-1067617

Legg, T. J. (2016). 9 depression myths. Retrieved from https://www.healthline.com/health/9-myths-depression#the-facts

Write a comment