Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD), Apakah Sama dengan PMS?

Perempuan, khususnya memasuki masa-masa sebelum menstruasi, biasanya mengeluh merasakan pegal di beberapa bagian tubuh, merasa lebih cepat lelah, lebih sensitif perasaannya, atau bahkan lebih cepat marah. Ciri-ciri tadi biasanya dihubungan dengan istilah yang disebut Premenstrual Syndrome (PMS). Tapi tahukah kalian, Alpas Fellas, kalau selain PMS ternyata ada juga yang disebut dengan Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD)?

PMDD adalah gangguan mood berbasis hormon yang bersifat siklik (berulang-ulang) dan memiliki gejala yang hampir sama dengan PMS. Biasanya hal ini akan mulai dirasakan ketika beberapa hari sebelum menstruasi dimulai. Perbedaannya, hal-hal yang kalian rasakan ketika PMS secara klinis tidak akan menganggu kemampuan seseorang dalam berkegiatan sehari-hari. Dari 85% perempuan yang merasakan PMS, hanya 5% yang benar-benar menderita PMDD. Berbeda dengan PMS, perempuan yang mempunyai simptom-simptom PMDD cenderung mengalami masalah secara psikologis. Ia akan bisa sampai merasakan depresi, kecemasan, lekas marah, bahkan sampai punya memiliki pikiran untuk bunuh diri.

Kenapa ya hal tersebut bisa sampai terjadi? Sejauh ini penyebab terjadinya PMDD masih belum jelas diketahui. Penelitian terakhir menemukan bahwa perempuan dengan kondisi ini lebih sensitif terhadap level estrogen and progesteron yang cenderung fluktuatif. Hal ini juga dipengaruhi oleh lingkungan, genetik, dan pola mentruasi yang bisa berubah karena alat kontrasepsi.

Ciri-ciri yang dialami seseorang hingga bisa dikatakan mengidap PMDD adalah jika gejala sudah dirasakan setiap mendekati masa menstruasi selama siklus satu tahun. Selain itu ciri selanjutnya adalah jika berpengaruh kurang baik dalam sikap kerja maupun kehidupan sosialnya. Minimal harus ada lima gejala yang dialami seminggu sebelum mulai menstruasi dan minimal terjadi pada dua siklus terakhir menstruasi.

Gejala pada PMDD antara lain:

  1. Mood swings
  2. Mudah tersinggung
  3. Merasa depresi, putus asa, dan sejenisnya
  4. Cemas, merasa tertekan, dan/atau perasaan berada di ujung tanduk
  5. Tidak bergairah dalam berkegiatan sehari-hari
  6. Sulit berkonsentrasi
  7. Kurang berenergi
  8. Perubahan dalam nafsu makan
  9. Hipersomnia atau insomnia
  10. Merasa kewalahan atau di luar kendali
  11. Gejala secara fisik seperti nyeri atau pembengkakan di bagian payudara, nyeri sendi atau otot, kembung, atau kenaikan berat badan

Untuk perempuan yang memiliki gejala-gejala tersebut, penyembuhannya sendiri bisa bermacam-macam. Salah satunya dengan pengobatan medis, psikoterapi, atau perawatan secara alternatif. Tapi ingat ya Alpas Fellas, jika kamu berpikiran mengalami gejala-gejala di atas kalian tetap harus memeriksakannya kepada pihak profesional, misalnya ke dokter, psikiater, atau psikolog.

 

Ditulis oleh: Aulia Firmundia

 

Sumber: Shelton, J. (2019, Mar 7). PMDD: Premenstrual Dysphoric Disorder Symptoms, Causes, Treatment. Retrieved from: https://www.psycom.net/premenstrual-dysphoric-disorder-pmdd

Write a comment