Bagaimana Cara Menjelaskan Keadaan Kesehatan Mental kepada Keluarga?

Halo, Alpas Fellas! Apakah ada di antara kalian yang ingin menceritakan keluh kesah mengenai kondisi mentalmu kepada keluarga tapi takut dibilang lebay? Atau malah dianggap kurang bersyukur, kurang ibadah, dan hal tidak menyenangkan lainnya? Tenang, Fellas, kamu tidak sendiri menghadapi stigma tersebut. Tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak keluarga yang belum paham mengenai apa itu kesehatan mental dan dampaknya pada seseorang. Selain itu masih banyak juga yang belum paham apa saja yang harus dilakukan jika seseorang mengalami kondisi mental tertentu seperti depresi, kecemasan, stres, dan lainnya.

Lalu gimana ya caranya supaya keluarga sebagai pihak terdekat kita bisa paham mengenai permasalahan kesehatan mental yang kita rasakan dan memperbaiki pandangan mereka tentang kesehatan mental dan terapi psikologis? Berikut ini Alpas merangkum tips bagaimana cara menjelaskan hal-hal terkait kesehatan mental kepada keluarga.

1. Ungkapkanlah di waktu yang tepat dengan pemilihan kata yang baik

Menceritakan keadaan kesehatan mentalmu di waktu yang tepat menjadi kunci awal agar keluarga bisa memahami apa yang sedang kamu rasakan. PIlih juga penggunaan kata yang tepat terutama jika keluargamu masih terlalu awam dengan istilah kesehatan mental.

2. Jelaskan apa yang selama ini kamu rasakan dan karenanya kamu membutuhkan pertolongan mental health professional

Kamu bisa menjelaskan lewat perbandingan ketika sedang mengalami sakit fisik. “Ketika kita mengalami batuk, kita minum obat batuk agar sembuh. Begitu juga ketika pikiran kita sedang tidak baik atau ketika perasaan kurang nyaman, maka kita perlu pergi ke psikolog/psikiater untuk mendapatkan terapi agar bisa merasa lebih baik.”

3. Jelaskan mengenai terapi, apa saja yang dilakukan dan kegunaannya

Masih banyak stigma yang melekat bahwa pergi melakukan terapi dianggap sebagai “orang gila”. Padahal terapi psikologi membantumu untuk bisa mengembangkan dan memaksimalkan potensi diri seperti cara berkomunikasi kepada orang lain atau memahami diri sendiri.

4. Kalau ternyata mereka belum bisa menerimamu, jangan patah semangat, ungkapkan lagi di lain waktu!

Tentu ini bukan hal yang mudah, ya, Alpas Fellas. Orang yang kita harap bisa menjadi pendukung utama untuk bangkit dari kondisi kesmenmu malah jadi orang yang paling tidak mendukungmu. Tapi ini hanya masalah waktu, kok. Coba lagi untuk menjelaskan bahwa kesehatan mental adalah hal yang penting dan kamu butuh dukungan mereka untuk pulih.

5. Jangan terlalu lama mengulur waktu

Semakin cepat kamu mengungkapkan keadaan mentalmu, tentu akan semakin cepat mendapat pertolongan dan dukungan dari orang tersayang. Merasa cemas dan takut bahwa penjelasanmu tidak akan diterima? Belum dicoba, kan? Yuk usir dulu perasaan itu dan mulailah bergerak.

Jadi gimana nih, Fellas? Sudah siap untuk menjelaskan kesehatan mental dan terapi psikologis pada keluarga? Let’s take action and break the stigma!

Ditulis oleh: Syifa Zunuraina

Sumber:

Ehmke, R. How to Talk to Your Parents About Getting Help. Speaking up for yourself is the first step to getting better. Retrieved from:

How to Talk to Your Parents About Getting Help

LeÓn, C. D. (2019, March 07). How to Discuss Your Mental Health With Family Members Who Don’t Get It. Retrieved from https://www.nytimes.com/2019/03/07/style/mental-health-therapy.html

Write a comment