Mengenal Kleptomania: Apakah Sama dengan Tindakan Pencurian Kriminal?

Fellas, pernahkah kalian mendengar gangguan psikologis yang membuat penderitanya ingin terus mencuri? Ya, kleptomania! Gangguan ini ditandai dengan adanya pikiran yang tak tertahankan untuk mencuri dan menyebabkan kecemasan. Sehingga, penderita melakukan aksi mencuri secara berulang untuk meredakan rasa cemasnya. Tapi, apakah kleptomania sama dengan tindakan pencurian kriminal? Yuk simak fakta-fakta di bawah ini!

1. Tindakan Pencurian Kleptomania Sangat Spontan

Penyintas kleptomania tidak merencanakan aksi mencuri layaknya pencuri pada umumnya. Aksi tersebut hanya dilakukan saat munculnya impuls atau dorongan yang sulit dikendalikan dan membuatnya cemas.

2. Rasa Bersalah yang Dirasakan Penyintas

Setelah melakukan aksi mencuri, penyintas mungkin merasa puas bahwa ia berhasil meredakan kecemasannya. Tapi, perasaan ini tak berlangsung lama dan justru memunculkan rasa bersalah dan malu.

3. Barang yang Dicuri Bukan Barang yang Bernilai Tinggi

Berbeda dengan pencuri yang umumnya menginginkan barang-barang berharga, penyintas kleptomania tidak ingin mencari keuntungan. Barang yang dicuri sebenarnya mampu ia beli, serta mungkin akan jarang digunakan dan diberikan kepada orang lain, atau bahkan dibuang.

4. Penyebab Biologis Kleptomania

Kleptomania rentan terjadi apabila seseorang memiliki riwayat keluarga dengan kleptomania atau adiksi. Selain itu, disregulasi neurotransmitter juga berperan, seperti rendahnya serotonin yang memicu perilaku impulsif, dan ketidakseimbangan sistem opioid yang mengontrol impuls. Kleptomania juga bisa dipicu oleh trauma pada lobus frontal yang mengakibatkan hilangnya ingatan disertai dengan perilaku terkait kleptomania secara tiba-tiba. Gangguan ini dapat muncul sendiri maupun bersamaan dengan gangguan lainnya, terutama gangguan seputar kecemasan dan kontrol impuls.

5. Penanganan Kleptomania

Sebagai gangguan yang cukup sulit diatasi, kleptomania membutuhkan kombinasi pengobatan dan psikoterapi berupa CBT (Cognitive Behavioral Therapy). CBT membantu penyintas untuk menyadari dorongan-dorongannya untuk mencuri. Selain itu, mencari tahu mengapa mereka ingin menanggapi dorongan tersebut, serta mengupayakan alternatif yang lebih baik untuk meredakan ketegangan. Jenis pengobatan yang diberikan adalah SSRIs (Selective Serotonin Reuptake Inhibitors) dan antidepresan lain yang terbukti efektif menangani gejala kleptomania.

Nah kleptomania ternyata sangat berbeda dengan tindakan pencurian kriminal ya, Fellas! Gangguan ini memang tidak dapat disembuhkan, namun dapat ditangani dengan melakukan pengobatan berkepanjangan dan berhati-hati untuk mencegah kekambuhan kleptomania. Ternyata gangguan psikologis itu sangat unik dan beragam ya! Finally, hope it helps and please, stay healthy and rest well, Fellas!

 

Ditulis oleh: Indah Tri Amanda CK

Diedit oleh : Nani Yuliani

Sumber:

Browne, D. (2017, June 1). Stealing: Kleptomania Causes, Symptoms, and Treatment. Retrieved from: https://www.healthline.com/health/stealing#causes

Cherry, K. (2020, November 25). What Is Kleptomania? Retrieved from: https://www.verywellmind.com/what-you-should-know-about-kleptomania-4137660

Write a comment