Mengenal Bulimia: Serupa dengan Anoreksia Tapi Tak Sama

Fellas, apakah kamu ingat film To the Bone yang dibintangi oleh Lily Collins? Dalam film tersebut, Lily berperan sebagai seorang gadis yang sedang berjuang dengan Anoreksia. Kali ini, kita akan membahas gangguan makan yang memiliki gejala serupa dengan anoreksia, tetapi memiliki ciri perilaku yang berbeda. Yuk, kenalan dengan Bulimia!

Apa saja gejala yang muncul pada penderita Bulimia Nervosa?

Dua gejala utama Bulimia adalah makan berlebihan secara berulang-ulang, kemudian diikuti dengan pengeluaran kalori, baik melalui muntah atau penggunaan obat pencahar. Di bawah ini adalah beberapa tanda perilaku yang mengarah pada Bulimia:

  • Obsesi dengan makanan dan makan
  • Meninggalkan ruangan setelah makan, biasanya untuk pergi ke kamar mandi
  • Menyembunyikan atau menimbun makanan
  • Terus mengeluh tentang kelebihan berat badan
  • Berpuasa atau mengatakan bahwa ia tidak lapar, tapi kemudian makan terlalu banyak
  • Menyembunyikan obat seperti obat pencahar, pil diet, atau obat untuk memicu muntah
  • Olahraga yang berlebihan

Beberapa tanda fisik di antaranya adalah menstruasi yang tidak teratur, kekurangan nutrisi, dehidrasi parah, juga berat badan yang berubah-ubah. Seseorang dengan Bulimia kemungkinan memiliki berat badan normal atau sedikit kelebihan berat badan. Tanda dan gejalanya bisa sulit diketahui karena orang tersebut akan berusaha untuk menyembunyikannya.

Teman atau keluarga mungkin memperhatikan bahwa seseorang dengan Bulimia menarik diri dari aktivitas dan menunjukkan tanda-tanda perubahan suasana hati. Ia biasanya sadar bahwa ia memiliki masalah, tetapi mungkin terlalu malu atau tidak dapat memberitahu siapapun.

Lalu, apa penyebab Bulimia?

Penyebab pasti Bulimia tidak diketahui, tetapi para peneliti percaya pada kombinasi faktor genetik, biologis, psikologis, sosial, dan perilaku. Faktor lingkungan yang mungkin termasuk yaitu paparan melalui media dan industri fashion, juga tekanan aktivitas fisik yang berfokus pada berat badan.

Tahukah Fellas, bagi penderita Bulimia, perilaku dan kebiasaan makan mereka adalah cara untuk mengatasi stres emosional. Mereka cenderung memiliki ketakutan irasional tentang menjadi gemuk, kalori, dan makanan. Bulimia mulanya adalah cara mengatasi masalah emosional, tetapi kemudian menjadi obsesi yang tidak dapat dikendalikan. Mereka mungkin juga memiliki tantangan lain, misalnya depresi, kecemasan, kecenderungan untuk melakukan tindakan menyakiti diri sendiri, dan penyalahgunaan zat.

Jika dirimu atau orang terdekat ada yang mengelami kondisi sesuai dengan penjelasan di artikel ini, hindari melakukan self-diagnose ya, Fellas.. Mendiagnosis tanpa didampingi bantuan ahli seperti psikolog atau psikiater akan membuatmu mendapatkan informasi yang tidak tepat. Jangan ragu untuk memeriksakan kondisi psikologismu ke profesional terdekat agar mendapat pertolongan yang tepat.

You matter, Fellas, so please stay healthy and take care of yourself! 🙂

 

Ditulis oleh: Qurrota Aini

Diedit oleh: Fathin Nibras

Sumber:

Brazier, Y. (2017, May 10). What to know about bulimia nervosa. Retrieved from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/105102#symptoms

Grohol, J. M. (2017, October 24). Bulimia nervosa symptoms. Retrieved from: https://psychcentral.com/eating-disorders/bulimia-nervosa-symptoms

Write a comment