Marah di Media Sosial: Alasan Dibalik Seseorang Tersinggung

Belakangan ini viral sebuah postingan di salah satu media sosial yang membahas tentang resep kotak bekal. Postingan tersebut dihujani dengan berbagai komentar, mulai yang positif sampai ada yang menghujat. Sadar nggak sih, Fellas, kalau konten yang kita temukan di media sosial bisa saja membuat kita merasa tersinggung?

Sebenarnya tidak hanya dari media sosial, perasaan tersinggung bisa juga muncul dalam kehidupan sehari-hari seperti saat sedang mengobrol dengan orang lain. Perasaan tersinggung tidak hanya muncul dari perilaku yang terlihat jelas namun juga bisa berasal dari ucapan atau perilaku yang tersirat.

Lalu, kenapa ya kita mudah tersinggung karena suatu hal? Bagaimana caranya hal ini bisa terjadi? Ternyata, perasaan tersinggung itu muncul karena adanya harapan yang tidak sesuai dengan diri kita, Alpas Fellas!

Merasa tersinggung seringkali melibatkan pengalaman emosi negatif. Kondisi ini muncul disebabkan kata atau tindakan yang bertentangan dengan apa yang kita harapkan dan yakini sebagai perilaku yang tepat. Seseorang memiliki versi perilaku yang pantas, bermoral, dan perilaku normatif lainnya menurut dirinya. Nah, perasaan tersinggung sendiri berakar pada ekspektasi yang mengatur interaksi sehari-hari atau tidak sesuai dengan konsep diri dan identitas seseorang.

Ada tiga jenis ekspektasi yang bisa mengarah kepada munculnya perasaan tersinggung sehari-hari.

Pertama, ekspektasi yang dapat diperkirakan (foreseeability expectations)

Ekspektasi ini adalah harapan kita pada orang lain untuk bisa memprediksi dampak negatif dari kata-kata dan tindakan mereka. Ekspektasi ini muncul karena kita berpikir mereka mengenal kita dengan cukup baik.

Kedua, ekspektasi timbal balik, (reciprocity expectations)

Kondisi ini merupakan harapan bahwa semua perilaku atau tindakan baik kita pada orang lain juga akan kembali dalam bentuk yang baik juga.

Sementara yang terakhir, ekspektasi keadilan (equity expectation)

Merupakan ekspektasi dimana kita berharap akan diperlakukan adil dan setara dengan orang lain.

Penilaian terhadap sesuatu berasal dari nilai-nilai dan keyakinan kita yang menjadi tolok ukur untuk menilai orang lain. Penilaian ini juga termasuk yang tidak kita ketahui dengan baik. Ada reaksi yang muncul ketika apa yang kita yakini merupakan bagian penting dari identitas kita dan dilanggar oleh orang lain. Akibatnya secara tidak sadar kita akan merasa berhak untuk tersinggung karena percaya bahwa nilai-nilai tersebut harus dihormati oleh yang lainnya.

Jika kamu pernah merasa tersinggung dengan apa yang dilakukan orang lain, mari refleksikan diri. Apakah orang tersebut memang ingin menyudutkan kita atau hanya reaksi terkontrol yang muncul dari dalam diri?
Bersosialisasi khususnya bermedia sosial tentu boleh saja dilakukan. Tapi kita juga harus ingat untuk mem-posting yang baik dan bermanfaat bagi diri juga orang lain.

 

 

Ditulis oleh: Raihani Haurannisa

Sumber:

Kurz, C. (2018, December 10). The Psychology of Offense. Retrieved from: https://www.sagu.edu/thoughthub/the-psychology-of-offense

Tayebi, T. (2020, May 03). These are the reasons why you find something offensive. Retrieved from: https://www.fastcompany.com/90472232/these-are-the-reasons-why-you-find-something-offensive

Write a comment