Menggunakan Bahasa Bilingual dan Manfaatnya Bagi Perkembangan Kognitif

Bahasa merupakan sarana bagi kita untuk menyampaikan perasaan dan pikiran, terhubung dengan orang lain, serta mempelajari dunia. Tak jarang jika banyak individu di dunia ini yang mempelajari dan menguasai bahasa lain selain bahasa ibunya atau yang disebut sebagai bilingual. Banyak orang berpendapat bahwa dengan menguasai bahasa lain dapat memberikan berbagai manfaat seperti memperluas pandangan mengenai dunia atau menambah pertemanan. Namun, tahukah Fellas bahwa menjadi bilingual ternyata juga bermanfaat dalam meningkatkan perkembangan kognitif kita?

Berbagai penelitian yang telah dilakukan menunjukkan banyaknya dampak positif dari menjadi bilingual terhadap struktur dan fungsi otak yang dapat dirasakan dari kanak-kanak hingga lanjut usia. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang bi atau multilingual memiliki volume materi abu-abu yang lebih tinggi di bagian otak dorsal anterior cingulate cortex. Bagian ini merupakan bagian otak yang berperan dalam fungsi eksekutif seperti atensi, ingatan dan penghambatan (inhibitory), yang membuat proses kognitif meningkat. Artinya, individu yang bilingual lebih baik dalam melakukan aktivitas dimana ia harus fokus pada hal-hal yang relevan dan mengabaikan stimulus tidak relevan. Hal ini yang membuat individu yang bilingual umumnya lebih baik dalam melakukan multitasking. Selain itu, proses sensori seperti pendengaran juga lebih meningkat pada individu yang bilingual.

Adanya peningkatan pada proses kognitif dan sensori di individu yang bilingual juga berdampak baik bagi proses pembelajaran lho, Fellas. Studi menunjukkan bahwa individu yang bilingual dapat memproses informasi lebih baik dan efisien, sehingga proses pembelajaran pun menjadi lebih cepat. Hal inilah yang juga membuat kebanyakan individu bilingual bisa mempelajari bahasa lain dengan lebih cepat dibandingkan dengan individu yang baru mempelajari bahasa keduanya.

Lalu, manfaat lain dari menjadi bilingual pada otak adalah mencegah terjadinya penurunan kognitif akibat penuaan. Otak individu yang bilingual akan terus berusaha untuk mengembalikan jaringan otak yang rusak dengan yang baru sehingga mekanisme kognitif pun terjaga ketajamannya. Hal inilah yang membuat para lansia yang bilingual biasanya masih memiliki memori dan kontrol eksekutif yang berjalan baik. Bahkan, menjadi bilingual juga ternyata dapat melindungi kita dari penyakit seperti Alzheimer.

Nah, ternyata banyak sekali ya manfaat dari menjadi bilingual, Fellas. Selain bermanfaat dalam memperluas pertemanan atau meningkatkan pemahaman mengenai dunia, menjadi bilingual ternyata juga bermanfaat baik dalam membantu proses kognitif otak agar berjalan lebih baik dan bahkan mencegah penurunan fungsi otak ketika menua. Semoga dengan artikel ini, Alpas Fellas jadi lebih semangat untuk mempelajari bahasa-bahasa lain ya.

 

Ditulis oleh : Ria Khairunnisa

 

Sumber Tulisan :

Burton, N. (2018, July 28). Beyond Words: The Benefits of Being Bilingual. Retrieved from: https://www.psychologytoday.com/ca/blog/hide-and-seek/201807/beyond-words-the-benefits-being-bilingual 

Marian, V., & Shook, A. (2012, October 31). The cognitive benefits of being bilingual. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3583091/ 

Write a comment