Alami Konflik dalam Hubungan Asmara? Bagaimana Cara Mengatasinya?

Beberapa waktu lalu, kisah cinta MA menjadi topik yang hangat diperbincangkan. Pasalnya, MA diketahui tengah bertengkar dengan seseorang yang diduga sebagai kekasihnya dan tak sengaja terekam lewat live Instagram. Hal ini lantas menjadi sorotan, karena ia dikenal sebagai salah satu artis yang berbakat dan dijadikan inspirasi oleh banyak orang. Sebenarnya, hal yang MA alami umum terjadi. Dalam hubungan romantis, tak jarang kita bertengkar dengan pasangan. Pasangan yang terlihat mesra dan adem ayem pun pasti pernah berkonflik. Bahkan, konselor keluarga dan pernikahan Dr. John Gottman mengatakan, 69% konflik dalam hubungan pernikahan tidak pernah terpecahkan.

Menurut penelitian, pertengkaran terjadi apabila kebutuhan dari kedua belah pihak tidak terpenuhi, yaitu:

1. Attachment (Keterikatan)

Keterikatan dibutuhkan untuk membangun rasa aman. Selain itu, keterikatan juga membuat hubungan romantis menjadi lebih intim dan memperkecil risiko berakhirnya hubungan tersebut.

2. Acceptance (Penerimaan)

Penerimaan bukan berarti menerima seluruh perilaku atau keputusan pasangan. Sangat mungkin kita menolak pilihan yang dibuat oleh pasangan, tetapi masih menerimanya apa adanya.

3. Positive Regard (Memandang pasangan secara positif)

Penerimaan saja ternyata tidak cukup, kita juga butuh afeksi. Menurut penelitian, kehangatan akan mengembangkan perasaan positif pada kedua belah pihak, dan membuat mereka menjadi pasangan yang lebih baik.

4. Autonomy (Otonomi)

Hubungan tidak akan berjalan dengan baik jika salah satu pihak merasa terlalu dikendalikan oleh pasangannya, dan akan menciptakan pola komunikasi tidak sehat.

5. Competence (Kompetensi)

Kita perlu merasa kita baik pada apa yang kita lakukan; merasa berkompeten akan memunculkan hasil yang positif, termasuk kesehatan mental yang baik. Pasangan pria yang memiliki rasa kompetensi rendah berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi yang buruk.

Tahukah Fellas, pasangan ternyata kerap beradu argumen pada topik yang sama? Mulai dari masalah finansial, kecemburuan, tugas rumah tangga, hubungan seksual, waktu kualitas untuk bersama, bahkan hewan peliharaan. Nah, untuk mengatasi konflik yang sering terjadi, Fellas dapat bertanya secara langsung keinginan pasangan.

Fellas juga dapat menyatakan secara asertif apabila terdapat kebutuhan yang tidak terpenuhi. Komunikasikan dan diskusikan dengan baik, hindari kalimat menyudutkan seperti “Kamu selalu melakukan ini”, “Kamu gak pernah..”, atau “Kamu kebiasaan deh…”. Selain itu, jangan bawa masalah yang telah lalu.

Setelah mengidentifikasi masalah dan mengenali penyebab masalah tersebut dapat terjadi, yang dibutuhkan selanjutnya adalah sikap penerimaan. Terima bahwa pasangan tidak menyukai hal-hal tertentu yang kamu lakukan. Hindari melakukan pembelaan, dan temukan jalan keluarnya bersama.

Memang tidak mudah untuk dilakukan, tapi tak ada salahnya dicoba. Ingat, pertengkaran adalah wajar dalam hubungan asmara. Namun, pertengkaran yang berulang akan menjadikan hubungan asmaramu tidak sehat. Yuk, sama-sama belajar memperbaiki diri dan pasangan!

Ditulis oleh: Nurul Izzatur Ramadhani
Sumber:
Gillihan, S. J. (2018, February 21). Why Do Couples Fight — and How Can They Stop? Retrieved from: https://www.psychologytoday.com/us/blog/think-act-be/201802/why-do-couples-fight-and-how-can-they-stop

Marin, V. (2016, June 7). The 10 Most Common Things Couples Fight About. Retrieved from: https://www.bustle.com/articles/165111-the-10-most-common-things-couples-fight-about-according-to-a-sex-therapist

Edwards, V. V. (2020, July 2). Why Couples, Husbands, and Wives, Fight: The Top 5 Issues. Retrieved from: https://www.scienceofpeople.com/couples-fight/

Write a comment