Mom Shaming dan Dampaknya pada Psikologis Ibu

Semua orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, mulai dari menyediakan sandang, pangan, papan sampai cara pengasuhan. Namun, apa jadinya jika ada orang lain yang memberikan kritik berlebih tentang bagaimana sebaiknya memperlakukan anak sendiri? Ya, hal inilah yang belakangan ini sering terjadi, dimana orang tua, terutama seorang ibu, dikritik cara pengasuhannya oleh orang lain. Fenomena ini disebut sebagai mom shaming.

Mom shaming terjadi saat seseorang menganggap cara pengasuhan yang dibuat oleh ibu kepada anaknya tidak sesuai dengan apa yang diyakini lebih baik dari si pengkritik.

Mom shaming kini lebih sering terjadi karena adanya media sosial. Melalui media sosial, jika seseorang memasukkan informasi mengenai hidupnya secara detail, maka dunia dapat melihat bagaimana cara pengasuhan yang ia lakukan terhadap anak. Hal ini membuka peluang bagi orang terdekat maupun orang asing untuk mengomentari cara pengasuhan yang dilakukan.

Komentar yang diberikan tak jarang membuat ibu yang dikomentari merasa dipermalukan atau bahkan direndahkan. Si pengkritik biasanya berkomentar seakan-akan dia adalah seseorang yang lebih tahu mengenai cara pengasuhan terbaik. Jika ibu yang dikomentari tidak mengikuti saran si pengkritik, maka seakan-akan ibu tersebut telah gagal menjadi ibu yang baik.

Akan selalu ada saja orang yang tak setuju dan mempermalukan seorang ibu atas pilihan pengasuhan yang digunakan. Lalu, sebenarnya apa sih dampak psikologis dari mom shaming ini? Menurut Richard A. Honaker, MD, FAAFP, dalam Richmond (2017), mom shaming bisa terjadi selama bertahun-tahun hingga memunculkan kimia otak yang abnormal. Dengan ekspektasi yang lebih tinggi, pengasuhan menjadi lebih intens dan juga terjadi peningkatan kecemasan dan depresi pada ibu (Walton, 2012). Pengasuhan yang terlalu intens dapat menyebabkan over-parenting, yaitu pengasuhan yang berlebihan. Contohnya mendaftarkan anak pada banyak kegiatan sekaligus, yang mana akan membatasi waktu anak bermain sehingga dapat berdampak pada kesehatan mental anak. Sayangnya, mom shaming membuat over-parenting seakan-akan menjadi “norma” yang biasa terjadi walaupun hal tersebut tidak sehat untuk ibu dan anak.

Menjadi seorang ibu tentu susah, jauh dari sempurna dan tidak memenuhi ekspektasi semua orang. Namun yang pasti, setiap ibu pasti telah memberikan kemampuan terbaik yang ia miliki. Oleh karenanya, berempati kepada para ibu, memberikan dukungan atau bantuan kepada mereka akan jauh lebih baik daripada melakukan mom shaming. Dengan begitu, kita juga memberikan tauladan kepada anak-anak mengenai bagaimana perilaku manusia yang baik.

 

Ditulis oleh: Syifa Zunuraina

 

Sumber:

Richmond, C.T. 2017 May 20. What Happens in Your Brain When You’re Mom Shamed, the Effects Are Real. Retrieved from https://www.romper.com/p/what-happens-in-your-brain-when-youre-mom-shamed-the-effects-are-real-59035

Walton, A.G. 2012, July 6. The Better Mother: How Intense Parenting Leads to Depression. Retrieved from https://www.forbes.com/sites/alicegwalton/2012/07/06/the-better-mother-how-intense-parenting-leads-to-depression/#65b722ae76b2

The Psychological Effects of Mom Shaming. (2018, February 26). Retrieved from https://www.napervillecounseling.com/psychological-effects-mom-shaming/

Write a comment