Hal Keliru yang Harus Diketahui dari Korban Bullying

Perundungan atau yang juga disebut dengan bullying merupakan agresi yang sering ditemukan di tengah masyarakat. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, banyak informasi yang dapat diakses melalui buku ataupun internet mengenai fenomena agresi ini. Namun, masih saja ada asumsi-asumsi keliru yang tidak berdasarkan fakta penelitian. Apa saja, ya, Alpas Fellas?

1. Korban perundungan Itu rapuh, lemah, dan tidak asertif

Sebagian besar korban perundungan memang terkesan inferior, namun tidak semuanya demikian. Tidak jarang anak-anak yang terkenal dan banyak digemari oleh orang lain juga sering menjadi korban perundungan. Selain itu, bahkan dalam dunia olahraga sering terjadi khususnya pada mereka yang memiliki kemampuan fisik di atas rata-rata.

2. Korban perundungan pantas mendapatkan perlakuan tersebut

Pada kenyataannya, masih ada korban perundungan yang berperilaku secara layak tapi tetap mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi dari pelaku. Perundungan selalu menjadi pilihan yang dibuat oleh pelaku dan korban tidak bisa memilih untuk tidak dirundung. Oleh karena itu, masalah perilaku tersebut terdapat pada pelaku.

3. Perundungan berdampak positif bagi pembentukan mental yang kuat

Membentuk mental yang baik dan kuat didapat melalui penguatan potensi diri. Sebaliknya, banyak kasus dari perundungan yang berdampak negatif pada mental seseorang, beberapa diantaranya eating disorder, suicidal thoughts, PTSD, dan self-harm.

4. Korban perundungan pasti melapor

Hasil studi menyatakan bahwa korban perundungan sangat jarang terbuka akan masalah yang dialaminya karena takut hanya akan menimbulkan masalah lain. Hanya karena tidak terlihat bukan berarti tidak terjadi ya, Fellas.

5. Korban perundungan harus Balas dendam

Korban perundungan terkena dampak yang paling buruk. Apabila mereka dipaksa untuk membalas dendam, hal tersebut hanya akan memperburuk keadaan. Lagi pula, balas dendam tidak akan menyelesaikan masalah, bukan?

Untuk mengatasi masalah perundungan memang dibutuhkan pengetahuan tentang bagaimana rasanya menjadi korban. Selain itu, dibutuhkan juga dukungan dari banyak pihak, yaitu orang tua, pihak sekolah, bahkan pemerintah. Oleh karena itu, jika asumsi keliru ini terus dipelihara, korban perundungan bisa saja terus bertambah.

 

Ditulis oleh: Rifky Zacharis Diandrio

Sumber:
Kassin, S., Fein, S. & Markus, H. R. (2013). Social psychology. USA: Wadsworth Cengange Learning.

Write a comment